Minggu, 05 Oktober 2014

Sayur Organik

Mulai bulan oktober 2014, kami hadir dengan produk pertanian yang baru yaitu sayur organik. Sayur ini kami budidayakan di lahan pegunungan di daerah puncak bogor dengan sistem organik. 

Penanaman sayur organik kami diatur sedemikian rupa agar jenisnya beranekaragam dan panen dapat dilakukan secara rutin minggu. Baik jenis maupun jumlah sayur yang ditanam perlu dise­suaikan dengan kebutuhan pasar yang masih terbatas. Jika Anda berminat menjadi pelanggan sayur or­ganik kami, bisa menghubung pak Gito di 085888571605. 

Sabtu, 04 Agustus 2012

HIDUP SEHAT TANPA PESTISIDA

Selama 10 tahun terakhir, kerap muncul penyakit yang tidak terdiagnosa. Gejalanya panas, mual, muntah hingga pusing-pusing. Jika sudah terjadi demam selama beberapa hari, banyak dokter yang kemudian mendiagnosa pasien terkena penyakit typhus.

”Ternyata bukan typhus dan sampai sekarang tetap dikategorikan sebagai penyakit tidak terdiagnosa,” kata dokter Rini Damayanti Dipl. CN dari Tidusaniy Green Health Clinic. Rini merujuk pada hasil penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) dari tahun 1970-an.

Menurut WHO, selama beberapa dekade terakhir banyak penyakit bermunculan karena keracunan zat-zat kimia yang dipergunakan untuk produk pertanian. Sejak revolusi hijau dicanangkan, pemakaian pestisida dan pupuk kimia buatan bertambah marak demi meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan. ”Padahal pestisida bersifat karsinogenik dan dapat menimbulkan kanker pada berbagai organ tubuh kita,” tegas dokter yang mendalami natural healing (penyembuhan alami) ini. Di Indonesia memang belum ada penelitian yang membandingkan tingkat kesehatan konsumen yang mengonsumsi produk pertanian dengan pestisida dan yang tanpa pestisida.

Tapi berbagai hasil penelitian yang sudah dilakukan di luar negeri menunjukkan, produk pertanian dengan pestisida memicu proses degenerasi kronik. ”Proses penuaan dini dan penyakit degeneratif kian meninggi selama 30 tahun terakhir,” ujar Rini.

Ia menambahkan, pestisida merupakan produk yang tidak ramah lingkungan karena ia bersifat polutan. ”Ini dengan sendirinya memunculkan radikal-radikal bebas yang ketika masuk ke dalam tubuh kita akan menyebabkan terjadinya kerusakan yang lebih cepat.”

Menurut Rini, pestisida menyebabkan mutasi gen yang cepat pada semua organ makhluk hidup, baik itu serangga maupun manusia. Paparan pestisida yang kontinyu untuk jangka panjang juga bisa memperpendek umur. ”Secara umum, pestisida mengganggu sususan syarat pusat.” Rini menambahkan, waktu paruh masing-masing pestisida berbeda.

”Tapi waktu paruh rata-rata antara 5-10 tahun,” jelas dia. Jika kita terus mengonsumsi makanan dengan pestisida, sementara racun yang sebelumnya masih ada di dalam tubuh, sangat berbahaya. ”Faktor akumulasi inilah yang memunculkan kerusakan pada organ-organ tubuh.” Bukan hanya itu, masuknya racun dari makanan dan minuman secara terus menerus juga akan membuat kerja hati menjadi lebih berat.

Menurut Rini, proses pencucian produk pertanian sebelum diolah tidak menjamin produk tersebut bebas zat kimia. ”Ketika pestisida disemprotkan pada daun, ia tidak hanya tinggal di permukaan, tapi juga menyerap ke sel-sel tumbuhan atau masuk ke urat daun.”

Bukan hanya itu. Pestisida yang disemprotkan juga diserap oleh akar. Memang ada anggapan bahwa kalau sayuran dimasukkan air mendidih selama tiga hingga lima menit bisa menghilangkan pestisida. Tapi Rini tidak yakin mengingat waktu paruh pestisida yang panjang.

Karena itu Rini menyarankan konsumsi produk pertanian tanpa pestisida yang kerap disebut juga dengan sistem pertanian organik. ”Sistem ini memanfaatkan keseimbangan ekosistem untuk bertani,” katanya. Paling tidak, kita harus mengurangi asupan kimia yang didapat dari makanan yang mengandung pestisida.

Selain bebas polutan, produk pertanian organik terbukti bisa dicerna lebih mudah. ”Proses penyerapannya juga maksimal karena tubuh tidak akan menyerap zat-zat beracun dari makanan,” tambah Rini. Di luar itu, berbagai hasil penelitian menunjukkan, produk organik memperlambat proses penuaan.

http://bionasehat.wordpress.com/2008/08/12/organik-bukan-sekedar-gaya-hidup/